CASA Perangi Pedofilia di Singaraja

Dalam rangka memerangi tindak kriminal Pedofilia yang berdampak pada hancurnya masa depan anak, Committee Against Sexual Abuse (CASA) melakukan gerakan preventif dengan menyebarkan 1500 stiker dan 1500 poster. “Kami ingin memasyarakatkan kata pedofilia sehingga masyarakat tidak lagi tertipu oleh aksi kaum pedofil yang masih tetap menjadikan Bali sebagai daerah sasarannya”, ungkap dr Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ disela-sela finishing pembuatan poster dan stiker di Denpasar, Senin (23/3) yang lalu.

CASA Gelar Pementasan Kolosal Anti Pedofilia

Dua hari setelah diputusnya Grandfield Philip Robert, pedofil asal Australia yang mengabuse 7 anak-anak di Buleleng, Bali, Committee Against Sexual Abuse (CASA) menggelar pertunjukan teater kolosal. Pementasannya perdana Sabtu 28 Februari ini dilaksanakan di Lapngan Ngurah Rai Singraja. “Kami tidak ingin lengah hanya karena satu pedofil diputus 8 tahun dengan UU Perlindungan Anak”, ungkap Alit Kertaraharja selaku koordinator wilayah di Singaraja penuh semangat.
Pertunjukan yang rencananya akan digelar secara rutin sepanjang tahun 2009 bertujuan untuk mensosialisasikan gerakan anti pedofilia utamanya di Buleleng. Untuk itu CASA pun menggandeng para seniman lokal dan didukung secara financial oleh Terre des Hommes (TdH) Belanda. “Saya bangga ternyata seniman lokal juga peduli dengan masa depan anak-anak kita dan tidak kalah kreatifnya dengan seniman luar”, tambah Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, SpKJ (K) selaku President CASA di tempat terpisah setelah mendapatkan laporan mengenai pertunjukkan yang mampu menghipnosis lebih dari 1000 orang malam itu.

Australian pedophile gets 8 years

The Singaraja District Court in Bali has sentenced Australian Philip Robert to serve eight years in jail for engaging in pedophile acts, tempointeraktif.com reports. During Robert’s trial Thursday, judge Frida Ariyani said the court had found the 61-year-old defendant guilty of sexually violating dozens of teenagers in Singaraja. The case unfolded when local police received reports from some of the abuse victims in August last year.

The court said Robert, who has been living in Singaraja since 1999, was luring the teenagers by inviting them to play billiards at his home. He would then give them between Rp 25,000 (US$2.2) and Rp 30,000 for any child who was willing to perform oral sex. Robert said he would file an appeal against the verdict.

Pedofil Australia Dihukum 8 Tahun Penjara

Pedofil asal Australia Grandfield Philip Robert dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Dia terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap 12 orang anak. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman penjara delapan tahun dikurangi masa tahanan dan denda Rp60 juta subsider tiga bulan kurungan,” tandas Ketua Majelis Hakim PN Singaraja, Frida Aryani, Kamis (26/2/2009).
Dalam putusan itu, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan melanggar pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 292 KUHP, yakni dengan sengaja telah melakukan tindak pidana membujuk anak yang belum dewasa untuk melakukan perbuatan cabul sesama jenis kelamin.
Read more…

C.A.S.A Terapi Korban Pedofil Guru

Tidak adanya tindakan penanganan terhadap anak-anak korban pedofilia oleh seorang guru di Singaraja, membuat Presiden C.A.S.A Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, SpKJ (K) turun tangan membantu para korban. “Saya sangat menyayangkan begitu banyak LSM dan lembaga pemerintah yang mengatasnamakan organisasi pelindung anak tetapi pada kenyataanya mereka hanya duduk di belakang meja”, ungkap Prof Suryani geram disela-sela terapi yang diberikan terhadap 5 orang anak korban pedofilia pada Minggu (30/11) yang lalu.

Sepak Terjang Paman Kaya dari Seberang

SEBAGAI polisi dengan “jam terbang” 30 tahun, Made Mangku Pastika sudah banyak menangani perkara. Ia bisa menyembunyikan gejolak perasaannya di balik wajahnya yang cool. Namun kali ini emosinya tak sepenuhnya terbendung. Parasnya memerah, tatapan matanya tajam menusuk. Di depannya, beberapa anggota Committee Against Sexual Abuse (CASA) baru memaparkan nama-nama yang dicurigai sebagai pelaku paedofilia di sekitar Buleleng dan Karangasem. ”Sebagai orang Bali, saya merasa terhina,” kata Made Mangku Pastika, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali berpangkat inspektur jenderal itu.
Read more…

Kapolda Bali: Sinyalir Ada Jaringan untuk Pedofilia Mancanegara

Kapolda Bali, Irjen Pol Mangku Pastika mensinyalir yayasan dan LSM asing yang beroperasi dengan memberikan bantuan kepada anak-anak miskin di Bali, telah melakukan penyimpangan dengan memasarkan anak-anak di bawah umur untuk memenuhi nafsu seksual para pedofil di mancanegara.

Hal itu terbukti para pedofil yang umumnya berkedok sebagai pelancong yang berhasil ditangkap setelah “menikmati” anak-anak ingusan berasal dari berbagai negara antara lain Perancis, AS dan Australia, kata Kapolda Bali Mangku Pastika di Denpasar, Kamis (12/05).
Read more…

Bali Surga Pedofil

Praktik pedofilia di Indonesia mulai ramai dibicarakan sekitar sepuluh tahun terakhir. Pernikahan orang dewasa dengan anak di bawah usia pun sudah sejak dulu merebak dimana-mana. Meskipun kadang sulit dicari batasan apakah hal yang normal atau pedofilia. Beberapa kasus praktek kejahatan pedofilia mulai sering dilaporkan, khususnya dari aktivis LSM Perlindungan Anak. Apalagi dalam beberapa kasus yang terkuak para pelaku pedofilia itu adalah warga negara asing. Tidak heran di daerah-daerah wisata Indonesia yang sering dikunjungi wisatawan asing dijadikan surga praktik pedofilia. Biasanya mereka mengelabuhi anak-anak dengan memberikan uang, pakaian, makanan atau mainan secara berlebihan. Terkadang anak diangkat sebagai salah satu anak asuhnya dengan mengatasnamakan dirinya sebagai pekerja sosial LSM.
Read more…

Ex-diplomat denies attempting to sodomise boys in Bali

April 14, 2004

A former Australian diplomat accused of attempting to sodomise two teenage boys in Bali has faced court, denying he tried to force them to have sex.

Former Canberra man William Stuart Brown, 51, alias Tony, answered questions from judges in a closed Indonesian court at Karangasem, east Bali, on Tuesday.
Read more…

Etika Profesi di Advokat Bali

Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bali dari tanggal 1 November -1 Desember 2008 bertempat di Hotel Puri Ayu, Denpasar mengundang secara khusus Prof Dr dr Luh Ketut Suryani, SpKJ untuk memberikan pemahaman mengenai Etika Profesi.
Read more…